FORBID dan Ceritaku. . . Part 1

the a team forbid

Forbiden surabaya.. sangat bersyukur kepada Allah swt, saya telah ditakdirkan dan dipertemukan dengan komunitas ini. Komunitas anak muda yang bener-bener positif. Komunitas anak muda yang mengajarkan saya agar jangan takut untuk bermimpi. Komunitas yang mengajarkan saya bagaimana caranya, bagaimana cara berjuang untuk meraih mimpi-mimpi tersebut. Kalau dulu sih, waktu masih kecil tentunya sebelum dikenalkan dengan keluarga baruku ini (FORBID) pesan yang saya ingat adalah “Janganlah bermimpi terlalu tinggi, karena jika terjatuh akan sangat sakit” . Tapi lain ceritanya setelah saya mengenal Forbid , pesan yang selalu saya ingat justru sebaliknya ” Bermimpilah setinggi langit, karna walaupun kau terjatuh, pasti kau akan terjatuh di antara bintang-bintang”. 

Mulailah petualangan baru dalam hidupku. Setelah terpuruk gara-gara sakit hati.. (ups curcol dikit guys :D) saat itu saya sedang merasakan yang namanya titik kejenuhan. Benar-benar sangat bodoh rasanya kalau mengingat masa-masa itu, masa dimana saya hanya merenung, bersedih, menangis memikirkan seseorang dan kenangan yang seharusnya sudah nggak penting lagi untuk diingat .  Dina, sahabat yang merupakan teman 1 kantor. Dia seperti malaikat berwujud manusia buatku. Yaaa tentu saja atas Kehendak Allah, lewat Dina saya dipertemukan dengan komunitas yang sangat luar biasa bernama “FORBID” .

-Berawal dari Info bisnis dan penghasilan tambahan-
Hari itu, hari cantik di tanggal yang cantik pula. Minggu 6/6/2013 .Sore hari jam 3 sore. Waktu itu Surabaya hujan gerimis,  bersama Dina kita berdua mengenderai motor menuju sebuah alamat, yang sekarang menjadi rumah ke kedua buatku.  Berhubung waktu itu belum tau tepat di mana tempatnya, kami menunggu di depan salah satu Universitas swasta di Kota Surabaya, di bawah gerimis dan hanya satu mantel/jass hujan untuk berdua.. hhhmmmm yawn mau nggak mau punggungku jadi korban air hujan deh. Tak lama menunggu datanglah seorang cowok berkacamata, seorang kakak yang sebelumnya tidak saya kenal sama sekali, namun sekarang sangat saya hormati, kami sayangi karena ketulusannya membina dan tak henti-hentinya memberikan semangat yang luar biasa untuk kami . Terlihat dari kejauhan dia menutupi bagian atas kepalanya dengan tujuan agar tidak kehujanan.  Rama Aditiya namanya, dan akrab dipanggil Rama. Langsung saja kami bertiga menuju tempat yang dimaksud.

Sampainya di alamat, cukup terkejut siih.. yang saya bayangkan itu kita bekerja pada suatu perusahaan dimana para karyawannya sudah mulai berumur, dan dalam situasi yang formal. Tapi faktanya sangat bertolak belakang dari yang saya pikirkan. Yang saya temui justru anak muda semua, tempat dan situasinya sangat santai. Saya pikir waktu itu ada jebmen (jebakan betmen) bukan bisnis tapi acara birthday party. Tapi perkiraanku meleset lagi, mereka bukan sedang mengadakan party, tapi merintis bisnis. Mereka sangat ramah, dengan karakternya masing-masing. Langsunglah saya dikenalkan dengan seorang anak muda bernama “Edo”.
Umurnya baru 17 tahun  , selisih 3 tahun di bawahku. Umur boleh muda, fisik pun masih Unyu, tapi cara dia berbicara, cara dia bertanya dan menjawab pertanyaan sangatlah bijak sama sekalit tidak terlihat seperti remaja berusia 17 tahun,  berilmu,  sangat terlihat sekali karakter seorang pemimpin dalam dirinya. Berbincang  singkat, padat, jelas tapi berisi😀. Sambil minum satu gelas es teh. Hahahaha ada cerita lucu disana, yang kalau sekarang saya ingat pasti tertawa sendiri . hmmm jujur saat itu saya dan Dina ragu-ragu untuk meminum es teh tersebut. Yaa yang namanya baru kenal nih. Takut dikasih racunlah, takut diguna-gunailah dan sebagainya. hahaha sungguh primitif sekali pemikiran saya waktu itu. Tapi toh akhirnya habis juga gara-gara sanking hausnya.. hehehe.

Penjelasan pun dimulai…. untuk penjelesan bisnisnya di SKIP aja ya temen-temen.. hehehe. sekitar 1 – 2 jam penjelasan selesai. Hmmm selesai dijelasin yaa emang lumayan si tawarannya, tapi menurutku masih mustahil, dan  mikir-mikir dulu aja. Saya tolak, emmm lebih tepatnya saya pending sementara tawaran itu.

Perjalanan pulang, mulai deh racun-racun pikiran negative mengganggu. Saya malah berpikiran negative yaa intinya gak mau lagi kenal sama bisnis yang ditawarkan itu.

Tapi di akhir tadi,  ada satu kalimat yang sangat mengena atau mak jlebb dihati, yang bikin saya gak bisa tidur  dua hari dua malam setengah😀
” Bukanlah Seorang Pemuda yang selalu membangga-banggakan harta kedua orang tuanya, bukanlah seorang pemudi yang selalu mengagung-agungkan harta ke dua orang tuanya. TAPI seorang pemuda, seorang pemudi adalah anda, adalah saya, adalah kita semua yang mau berjuang, yang mau berdarah-darah,  dan yang rela berkeringat untuk menjunjung harkat dan martabat ke dua orang tua”

to be continue . . .

24 responses to “FORBID dan Ceritaku. . . Part 1

  1. keraguanla yang membuat kita terlabat untuk mencapai mimpi kita sahabatku, keraguan lah yang membuat kita hancur apa yang kita impikan , say percaya apa yang kmu impikan pasti tercapai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s