FORBID dan Ceritaku. . . Part 2

forbid surabayaSetelah galau gak bisa tidur mikirin tuh bisnis beneran apa enggak?  akhirnya saya putuskan untuk cari referensi di Internet mengenai bisnis tersebut. Alhasil, wiiihh kok banyak banget Kontranya???  Saya tanya ke keluarga juga tidak ada yang mendukung, tambah gak berani ambil resiko deh saya. Tapi disisi lain, Dina selalu menyemangati saya
” masa depan itu bukan orang lain yang menentukan, kalau bukan diri kita sendiri, siapa lagi?? jangan dengarkan mereka yang mengkritik tanpa kasih solusi, yakin dan tindakan, bismillah pasti ada jalan”

Bener juga sih apa kata Dina, lagian kalau cuma dipikirkan terus tanpa adanya tindakan yang ada malah tambah pusing. Mulailah merenung, berpikir :  sampai saat ini, sampai sekarang di usiaku yang hampir 21 tahun ini belum ada yang bisa saya persembahkan untuk ke dua orangtuaku, adik-adikku, keluarga besarku, dan untuk diriku sendiri.  Seketika terbayang wajah mereka yang semakin berkerut semakin tua tapi tetap bekerja keras demi adik-adikku, Kalau bukan saya yang menggantikan mereka siapa lagi?? Saya pun ingin melihat bapak dan ibu tidak lagi bekerja diusianya yang sudah tua. Hmmm tanpa terasa pipi udah basah aja disiram air mata😦. Timbulah semangat, pikiran positif yang semakin meningkat.

Akhirnya malam harinya saya putuskan untuk main lagi ke basecamp FORBID untuk memahami lagi mengenai bisnis tersebut. Dijelaskan kembali, alhasil makin paham dan makin yakin. Keyakinan sudah 80% cuma ada 1 kendala, yaitu di modal. Yaa kalau ngomongin bisnis, dimana-mana sampai planet plutopun juga gak ada yang tanpa modal. Saat itu hanya ada uang Rp.30.000,- saja, 1 lembar 20 ribu + 1 lembar 10ribu, langsung saya setorkan 30rb. Yang saya yakini saat itu, 30rb menjadi awal perjuanganku untuk mendapatkan dan melengkapi kekurangan modalnya. Gak mau tau bagaimana caranya saya menargetkan diri saya sendiri 5 hari harus sudah dapat modal.

5 HARI MENCARI MODAL.. ecciieeehh mirip-mirip nih sama judul fim😀😀

Hari pertama :
Masih mikir-mikir terus.. mau pinjam teman malu, pinjam keluarga pasti ribet ditanya ini tanya itu. Cuma mentingin malu aja, jadi nggak ada tindakan yang saya lakukan. Alhasil gak kerasa 1 hari sudah berlalu tapi belum ada hasil juga, karena belum mau mencoba.

Hari kedua :
Mulailah sms’in teman-teman yang ada di contact HP. Dan hasilnya sangat luar biasa, tidak ada yang bisa meminjamkan uangnya. Hmmmmm kecewa iya, malu iya, tapi setidaknya saya sudah berani mencoba

Hari Ketiga :
Setelah teman-teman nihil. Saya beranikan ngomong ke Orang tua. Alhamdulilah Bapak dan Ibu melarang😦 , sedih sii.. down juga iya.. Tapi saya ingat lagi banyak sekali impian yang belum tercapai, belum bisa membahagiakan orang tua. Yaa endingnya saya hanya minta dukungan sama doa mereka saja.
“Pak, Bu saya minta doanya saja, saya yakin dengan pilihanku ini,  Insyaallah saya bisa lebih cepat mencapai mimpi-mimpi yang sejak kecil saya impikan. Insyaallah niat saya tulus, tapi apa artinya kalau bapak dan ibu tidak mendukung dan mendoakan. Resiko apapun saya tanggung nanti,, yang penting sekarang doa dan restu dari kalian” .Akhirnya setengah mengijinkan setengah melarang mereka mendukungku.

Hari Ke’empat :
Cukup lega, karena sudah dapat doa dari bapak dan ibu. Tapi batas waktu semakin dekat, hari ini saya harus dapatkan bagaimanapun caranya. Akhirnya saya mencoba meminjam pada seseorang (tidak saya sebutkan namanya). Hmmm alhamdulilah dari beliau saya mendapatkannya, dapat uang untuk mengawali perjuangan baruku meraih mimpi.  thx A lot..🙂

 

Hari ke’Lima :
Gak tau karena galau mikirin modal atau apa,, penyakit Typusku kambuh lagi. Mau nggak mau mengharuskan saya bedrest selama 2 hari. Terus bagaimana dengan modalku tadi?? Saya titipkan sama Dina. Alhamdulilah dari situ, semangatku untuk menghidupkan kembali mimpi yang telah lama tidur semakin dan semakin meningkat.
Setelah kesehatan mulai membaik, yaa mulailah saya take action menjalankan bisnis tersebut. Banyak belajar, banyak memahami, dan yang pasti sering-sering sharing sama teman-teman FORBID yang lain. Sering dikasih semangat sama teman-teman, dan tanpa saya sadari . Saya satu minggu lalu adalah saya yang murung, galau, merenung, hanya menangisi orang yang seharusnya tidak perlu ditangisi. Dan saya yang sekarang adalah saya yang optimis, bersemangat fokus untuk meraih mimpi, senyuman, dan air mata bahagia kedua orangtua saya..Amiiiinnn. Sungguh luar biasa rasanya bisa mengenal teman-teman di komunitas FORBID, keluarga baru, sahabat baru, guru baru, dan motivator-motivator baru yang mau saling bahu membahu, mau berjuang bersama-bersama untuk mencapai tujuan/ mimpi.

“Aku memperjuangkanya, siapapun dia yang menemaniku disaat mendaki. Bukan ia yang menungguku di puncak”

to be continued . . .

15 responses to “FORBID dan Ceritaku. . . Part 2

  1. emg setiap hari basecampnya pasti ada ank / ad yg jaga t kak …coz tkutx mau maen ksna eh g taunya malah sepi…….

  2. Mba maaf tadi salah comnet. Aku juga lagi di tawarin nih forbid. Cuma mash bingung sama kaya mba banget ragu2 . Boleh bagi cerita pengalamannya gak hub i aku ke sini mba 085722914813 . Makash mba

  3. boleh minta bantuan gak ?
    Soalnya anggota baru ni
    mohon petunjuknya yah yang mau bantu bisa kirim pesan ke Gmail saya, ada pertanyaan sedikit yg saya mau tanyakan khususnya masalag Kaki kaki hahaha istilahnya
    mohon di bantu yah Bro and Sis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s